HOME | HOT PICS | DOWNLOAD | EX-LINKS | IKLAN


Grand Paragon - a pattern of excellence is just a blog to share anything around the net!

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Hanya Rp.1.000,-/hari
Klik disini untuk informasi selengkapnya!
Games Global Poster
Jasa Web Desain Professional Graphic Design Jakarta

"Kembalikan sepeda yang dicuri kakekmu"

Makna Sejarah bagi orang Belanda
Kolom Jean van de Kok

17-07-2007

“Kembalikan sepeda yang dicuri kakekmu”. Itulah kalimat yang diucapkan seorang anak muda Belanda kepada seorang turis Jerman di Belanda. Sejarah Belanda digunakan sebagai senjata untuk menyudutkan bangsa tetangga. Tapi apakah ini sejarah yang benar atau isu yang didasari praduga saja? Dan apakah sejarah bisa kita manfaatkan demi kepentingan pribadi, dan kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari? Karena banyak sekali orang Belanda yang lupa sejarah masa silam mereka, tidak tahu lagi siapa pahlawan nasional mereka.

Praduga
Seorang anak muda Belanda sedang bertengkar mulut dengan seorang turis Jerman di Belanda, entah apa alasannya. Tuntutan anak muda Belanda itu menunjuk pada apa yang konon dilakukan tentara Nazi Jerman ketika menduduki Belanda selama Perang Dunia II. Jadi bapak atau kakek sang turis Jerman itu pasti termasuk generasi yang sebagai tentara Nazi Jerman menduduki Belanda, dan menyita sepeda kakek atau ayah sang anak muda Belanda itu. Demikian logika berpikir anak muda Belanda ini. Lalu praduga ini digunakan sang pemuda Belanda dalam perang mulut dengan orang Jerman itu.

Peristiwa tuduhan kakek orang Jerman mencuri sepeda orang Belanda sewaktu menduduki Belanda ini mengingatkan saya pada diskusi sekitar pendirian museum sejarah nasional Belanda yang kini sudah disetujui pemerintah Belanda dan akan didirikan di Arnhem Belanda Tengah. Ide untuk museum ini datang antara lain dari partai kiri Socialistische Partij, SP. Sebenarnya hal yang aneh untuk gerakan kiri melansir ide nasionalis yang di Belanda dianggap kanan. Nasionalisme sering digunakan partai-partai kanan termasuk partai Nazi Jerman untuk bersikap angkuh terhadap bangsa lain.

Kebanggaan nasional
Tapi yang dimaksud dengan kesadaran nasional adalah kebanggaan nasional bukannya nasionalisme sempit yang anti orang asing, demikian Socialistische Partij. SP juga memprihatinkan kesadaran historis orang Belanda. Mereka tahu ada orang Jerman yang pernah menduduki tanah airnya tapi apa latar belakangnya sudah menjadi ingatan remang-remang bagi generasi muda Belanda. Peristiwa sepeda yang dicuri kakek orang Jerman adalah salah satu ungkapan praduga ini.

Museum sejarah nasional Belanda ini akan memamerkan riwayat negeri kincir angin dari awal bedirinya sampai sekarang. Para sejarawan Belanda sudah menyusun kanun sejarah Belanda yang terdiri dari topik-topik yang dianggap penting, termasuk tentu saja penjajahan Nusantara oleh Belanda serta Perang Dunia II. Lalu apa tujuan pengetahuan sejarah ini? Nah menurut acara radio yang saya dengar, rakyat Belanda yang mengunjungi museum sejarah nasional ini diharapkan akan bangga dengan negara dan bangsanya setelah melihat dinamika masa silam di Belanda.

Bangga akan teknik perairannya yang memerangi laut yang mengancam negeri di dataran rendah ini, bangga akan sistim sosial yang memberi kepastian hidup untuk semua orang serta bangga akan toleransi, karena akibatnya adalah Belanda mengenal jumlah pecandu narkoba terkecil di Eropa Barat karena toleransinya terhadap narkoba yang menyebabkan pemerintah mudah mengendalikan penyalahgunaan narkoba.

Pengetahuan tentang Belanda
Lalu bagaimana dengan simbol-simbol nasional Belanda? Pertama-tama sang triwarna, bendera merah putih biru jarang dikibarkan oleh orang Belanda secara individual. Tidak ada keharusan, jadi banyak orang Belanda yang tidak memiliki bendera Belanda. Hanya gedung-gedung pemerintah yang mengibarkan sang triwarna pada hari-hari peringatan resmi, dan ulang tahun Ratu serta keluarganya. Kemudian lagu kebangsaan Wilhelmus, orang Belanda pada umumnya bisa mengenal melodinya tanpa mengenal teks sebenarnya, atau hanya dua atau tiga kalimat saja.

Di sekolah generasi sekarang, jadi yang tahu orang Jerman mencuri sepeda kakeknya itu, hampir tidak diajari ihwal bendera dan lagu kebangsaan. Lebih parah lagi adalah pengetahuan peta Belanda. Sebuah acara televisi pernah meminta orang yang kebetulan lewat di jalan untuk menunjuk peta Belanda di peta dunia. Hampir semuanya meleset bahkan ada yang menunjuk pada peta di Asia!

Menurut saya pendidikan sekolah Belanda lah yang bertanggung jawab terhadap kurangnya pengetahuan orang Belanda terhadap sejarah negaranya sendiri. Kanun yang diterbitkan pemerintah serta komisi dari para sejarawan itu bisa menambah kekurangan ini di masa depan. Tapi apakah museum khusus ihwal sejarah Belanda bisa memperbesar minat orang Belanda untuk sejarah bangsanya sendiri, ini bisa diragukan. Orang Belanda jarang ke museum yang dianggap terlalu membosankan. Di Amsterdam, terdapat puluhan museum, dari Van Gogh sampai museum Injil. Kalau saya lewat museum-museum itu kebanyakan yang saya lihat adalah pengunjung asing, para turis Amerika, Jepang dan Cina.

Untuk turis
Seni rupa Belanda yang kondang itu dan yang dipamerkan di museum-museum Amsterdam rupanya sudah menjadi hal yang lumrah bagi orang Belanda. Buat apa mengeluarkan uang masuk lagi? Dan saya khawatir, nasib ini juga akan dialami museum sejarah nasional Belanda. Apalagi lokasinya di pedalaman Belanda Tengah, di kota Arnhem. Untuk orang Belanda yang tinggal di kota-kota besar di Belanda Barat, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht, lokasi ini adalah pedalaman yang asing. Hanya turis yang kebetulan berada di Belanda yang bersedia meluangkan waktunya melihat sejarah negara yang mereka kunjungi, sekaligus menikmati alam pedalaman Belanda. Hal yang lumrah untuk turis di mana saja.

Sumber : Ranesi

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

Popularity: 2% [?]

Related Posts

Trackbacks

Leave a Reply

get yahoo smilies plugin or delete this text from comments.php