Hati-hati iming-iming investasi
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingatkan seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam menanamkan investasinya di pasar modal agar tidak menderita kerugian. Peringatan itu disampaikan Wan Wei Yiong, Kepala Divisi Pemasaran PT BEI saat melakukan sosialisasi tentang pasar modal sebagai prioritas utama pembiayaan dan alternatif investasi di Kota Kediri, Rabu (2/7).
“Jangan tergoda oleh iming-iming penanaman yang tak memiliki dasar hukum,” kata Wan Wei Yiong didampingi Nining Widianingsih, staf bagian hubungan masyarakat PT BEI.
Menurut Yiong, tidak ada lembaga penanaman investasi yang mudah dan menjanjikan keuntungan tidak terbatas. Sebab, semuanya diatur oleh mekanisme pasar modal yang sepenuhnya diawasi oleh Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
“Bursa efek tidak boleh menjanjikan keuntungan pada nasabah di masa depan,” ujar Yiong.
Untuk menghindari terjadinya kerugian bagi masyarakat yang ingin menjadi investor di pasar saham, Yiong menyarankan agar mempertimbangan sejumlah indikator. Diantaranya, mempelajari kondisi makro ekonomi yang sedang berjalan saat ini. Kemudian memperhitungkan sektor industri. Setelah semuanya jelas dan yakin, baru menentukan di perusahaan mana akan menanamkan investasi.
“Jangan lupa juga melihat pergerakan dan pertumbuhan perusahaan itu termasuk track record-nya. Ini sangat penting sekali untuk memnimalisir kerugian,” kata Yiong.
Dalam kesempatan itu, Yiong mengungkapkan akan hadirnya 2 lembaga bursa efek yang akan membuka cabang di Kediri. Namun dia enggan menyebutkan nama lembaga tersebut dengan alasan tidak etis karena bisa dianggap mempromosikan lembaga tersebut. Pasalnya, PT BEI menaungi semua lembaga bursa efek.
Menurut Yiong, di Jawa Timur saat ini terdapat sedikitnya 44 lembaga bursa efek. Di Surabaya ada 30 lembaga dan di Malang 14 lembaga. “Dalam waktu dekat akan disusul dibukanya lembaga pialang di Kediri dan Jember,” ujar Yiong.
Sumber : Tempo Interakitf
Popularity: 3% [?]














Trackbacks
Leave a Reply