HOME | HOT PICS | DOWNLOAD | EX-LINKS | Lirik & MP3 Gratis | IKLAN


alnect komputer

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Hanya Rp.1.000,-/hari
Klik disini untuk informasi selengkapnya!

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Hanya Rp.1.000,-/hari
Klik disini untuk informasi selengkapnya!
Global Poster
Jasa Web Desain e-Indostore Game PSP NDS
Global Poster Indonesia pasang iklan Jendela Mata V2Photographic pasang iklan

Purnawirawan Jenderal AS Ungkapkan Kebobrokan Bush di Depan Obama



renditionPernahkan anda nonton sebuah film berlatar belakang kisah terorisme berjudul Rendition yang dirilis tahun 2007? Dalam film ini dikisahkan tentang seorang pria keturunan Mesir berkewarganegaraan Amerika yang tiba-tiba ditangkap di airport pada saat ia kembali dari kunjungan kerjanya ke Afrika.

Rupanya penangkapan ini karena ada dugaan bahwa sang pria terlibat kegiatan pemboman oleh teroris di salah satu Negara di Afrika yang ikut menewaskan warga Amerika. Dugaan terbesar disebabkan karena si pria baru saja berkunjung ke Afrika pada saat terror terjadi dan dari hasil penyelidikan mata-mata CIA, salah seorang gembong teroris yang paling ditakuti di Timur Tengah berkali-kali melakukan hubungan telepon ke sebuah nomor telepon yang terdaftar dengan nama yang sama seperti si pria ini.

Tanpa melalui proses hukum, si pria langsung di kirim ke salah satu Negara di Afrika untuk diinterogasi dan sekaligus mengalami penyiksaan-penyiksaan. Tidak tahan dengan siksaan-siksaan itu akhirnya sang pria mengakui keterlibatannya dalam kegiatan terorisme. Tetapi justru dari pengakuannya inilah salah seorang Analis CIA yang diperankan Jake Gyllenhaal menemukan keyakinan bahwa si pria tidak bersalah. Analis ini kemudian membelot mengorbankan jabatannya untuk menyelamatkan sang pria dan mengembalikan ia ke keluarganya.

Ternyata apa yang terjadi dalam film ini baru saja terungkap kebenarannya oleh beberpa purawirawan Jendral AS yang kemarin Rabu (4/12) bertemu dengan penasihat hukum terkemuka presiden terpilih Barack Obama. Para purnawirawan ini mendesak agar dilakukan penghapusan system penahanan dan interogasi yang disertai penganiayaan dalam aksi dan kampanye Amerika menumpas terorisme. Salah satu purnawirawan jenderal yang di antaranya bertemu dengan Eric Holder, calon jaksa agung dalam pemerintahan Obama yang akan dilantik 20 Januari, adalah mantan Panglima Komando Sentral Joseph Hoar dan mantan Komandan Korps Marinir AS Charles Krulak.

“Presiden AS terpilih, Obama, menjelaskan, warga AS tidak berurusan dengan penganiayaan dan pesan ini harus kita sampaikan ke seluruh dunia bahwa AS adalah bangsa yang menghormati hukum dan menentang penganiayaan. Obama yakin bahwa larangan penganiayaan akan menyelamatkan warga AS dan membantu pemulihan status moral warga AS di seluruh dunia,” kata seorang pejabat transisi yang menolak menyebut identitasnya. Pejabat itu menyebutkan, pertemuan dengan para purnawirawan ini berlangsung pada saat yang tepat.

Para purnawirawan jenderal AS ini memohon agar pemerintahan Obama menghentikan metode interogasi Badan Pusat Intelijen AS (CIA) yang dinilai telah melampaui metode yang digunakan oleh militer AS. Selain menyerukan ditutupnya tahanan AS di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo, para purnawirawan tersebut juga menginginkan diakhirinya transfer tahanan yang dilakukan oleh CIA ke negara lain yang dikenal dengan penerapan metode penganiayaan.

Related Posts

Trackbacks

Leave a Reply