Waspada Penyakit Sick Building Syndrom (SBS)
Seorang Ahli Penyakit Dalam dan Jantung Universitas Sumatra Utara (USU), Prof. dr. Sutomo Kasiman di Medan menghimbai masyarakat agar waspada terhadap penyakit Sick Building Syndrom (SBS). Penyakit ini rentan ditimbukan karena lokasi atau tempat kerja yang tidak sehat. Hal ini merupakan dampak yang terjadi pada masyarakat modern yang dikelilingi oleh perangkat teknologi.
Sick Building Syndrom (SBS) merupakan istilah dimana gedung-gedung perkantoran, industri, lokasi perdagangan hingga rumah tinggal dapat menimbulkan dampak penyakit.
Pennyakit-penyakit ini disebabkan oleh berbagai polutan yang mencemari ruangan atau lingkungan kerja seperti asap rokok, ozone yang berasal dari mesin fotocopy dan printer, kuman dan bakteri yang berasal dari karpet dan lain-lain.
Sedangkan di rumah tangga seperti furniture rumah tangga, pembersih cat, vacum cleaner, debu, dan carbon monoksida.
Memang penyakit yang ditimbulkan lewat oleh SBS tersebut tidak seketika terjadi. Namun jika terus menerus terkena dampak tersebut bisa memicu munculnya berbagai penyakit dalam tubuh seperti kanker, tbc, flu, dan lainnya.
Jadi, sambung Prof. dr. Sutomo Kasiman, yang perlu dibenahi adalah rumah atau lingkungan tempat kerja. Caranya misalnya dengan memberikan ruang sanitasi udara yang cukup, begitu juga untuk pancaran sinar matahari, arena polutan itu bisa mati karena pengaruh sinar matahari,” katanya.
“Selain itu, memberikan beberapa bunga yang mampu menangkap polutan yang ada di dalam ruangan kerja dan rumah. Serta menempatkan berbagai perabot rumah tangga dengan komposisi yang sesuai,”






Trackbacks
Leave a Reply