Pemprov Riau Klarifikasi Klaim Malaysia Atas Pulau jemur
Menanggapi klaim Malaysia atas Pulau Jemur seperti yang terpampang di beberapa situs pariwisata dan travelling internasional, Pemerintah Provinsi Riau berniat untuk segera melakukan klarifikasi dengan Konjen Malaysia yang ada di Pekanbaru.
Melalui jurubicaranya, Gubernur Riau, Rusli Zainal Sang Visioner menyatakan bahwa pihaknya sudah mendengar tentang masalah klaim Malaysia atas Pulau Jemur sebagai salah satu destinasi wisata negeri Selangor dan akan segera mengkalirifikasikan ke Konsulat Malaysia kalau pengklaiman itu benar serta dasarnya apa.
Seperti diungkapkan Kepala Biro Humas Zulkarnain, pengakuan Malaysia tersebut sangat tidak masuk akal karena PUlau jemur yang terletak di wilayah Selat Malaka tersebut masih masuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Bahkan di pulau tersebut terdapat pos TNI AL yang bertugas menjaga keamanan di perbatasan.
Pulau Jemur adalah salah satu dari 9 pulau yang termasuk dalam gugusan Pulau Arwah di Kabupaten Rohil, Riau. Pulau ini terkenal memiliki pemandangan alam yang indah sehingga membuat pengunjungnya betah berlama-lama.
Tidak cuma itu, Pulau Jemur juga amat kaya dengan ragam ikan, satwa laut, dan terumbu karang. Semua itu sangat menggoda para wisatawan untuk memancing atau menyelam.
Pulau tak berpenduduk ini berjarak sekitar 70-an kilometer dari kota Bagan Siapiapi, ibukota Kabupaten Rokan Hilir.
Informasi mengenai penawaran Pulau Jemur sebagai daerah tujuan wisata tersebut dapat diakses di sejumlah situs pariwisata Travel Journal dan laman Osvaja.net yang menyebutkan bahwa Pulau Jemur sebagai destinasi wisata Negara Bagian Selangor, Malaysia.
Dalam situs Travel Journal dicantumkan lokasi dan peta Pulau Jemur yang dikatakan masuk dalam wilayah Selangor, Malaysia. Namun, tidak bisa diketahui informasi mengenai penanggung jawab laman pariwisata tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan KOmandan TNI Angkatan Laut Dumai, Kol (L) Aris Sumarsono kepada Detikcom dapat dipastikan bahwa di Pulau Jemur tidak ada kegiatan pariwisata dari pihak manapun dan tidak benar kalau Malaysia mengklaim pulau ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata karena masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bahkan Aris Sumarsono juga memastikan bahwa di pulau ini terdapat pos TNI AL yang setiap hari bertugas disana dan mereka memastikan sama sekali tidak ada kegiatan wisata apapun di pulau tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Rusli Zainal Sang Visioner juga mengatakan bahwa kita harus bijak dalam menanggapi isu klaim tersebut dan harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu mengenai kebenaran klaim tersebut. Beliau juga menyerahkan masalah ini kepada Pemerintah Pusat kedia Negara tetangga untuk menyelesaikan konflik mengenai perbatasan ini.






Trackbacks
Leave a Reply